Ini adalah salah satu penyakit
infeksi menular seksual (IMS) yang cukup populer. “Meskipun persentase
penderita tiap tahun naik turun, namun rata-rata 5-13% pasien IMS adalah
penderita sifilis,” kata dr. Tridia Sudirga, Sp.KK., dari Perhimpunan
Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin Indonesia.
Penyebab. Sifilis disebabkan karena masuknya bakteri ke dalam tubuh
melalui selaput lendir atau kulit. Hanya dalam hitungan jam, bakteri dapat
dengan mudahnya sampai ke kelenjar getah bening dan akhirnya menyebar ke
seluruh tubuh melalui aliran darah. Anda akan merasakan gejala-gejala sifilis
antara 1 hingga 13 minggu setelah terinfeksi. Meski demikian, sebagai penyakit
sistemik, sifilis dapat bertahan hidup dalam tubuh Anda selama bertahun-tahun
tanpa terdeteksi sama sekali.
4 tahap perkembangan sifilis:
- Fase primer, di
mana timbul luka pada area yang terinfeksi – misalnya, penis. Anda bisa
saja hanya menemukan 1 luka, tapi juga bisa terbentuk beberapa luka
sekaligus di area tersebut. Anda biasanya belum merasakan nyeri. Tak
adanya rasa nyeri inilah yang seringkali membuat fase primer ini
terabaikan. Luka tersebut memang tak menimbulkan nyeri atau mengeluarkan
darah. Tapi, jika Anda garuk, ia akan mengeluarkan cairan yang dapat
menular ketika terkena pada pasangan. Dalam waktu 3-12 minggu, luka
biasanya akan sembuh dan Anda akan terlihat baik-baik lagi. Itulah
sebabnya. pada fase ini banyak orang yang tak menyadari bahwa dirinya
terkena sifilis.
- Fase sekunder,
yang berlangsung pada minggu ke 6-12 setelah terinfeksi. Biasanya akan
muncul ruam pada kulit. Tak ada batasan waktu mengenai berlangsungnya ruam
–Anda bisa saja mengalaminya selama beberapa minggu atau beberapa bulan.
Pada fase ini, juga akan mulai muncul luka di mulut, timbul peradangan
pada ginjal, hati, bahkan peradangan pada selaput otak –meskipun kasus ini
sangat jarang.
- Fase laten,
di mana Anda ‘seolah-olah’ sudah sembuh dari fase sekunder. Tak ada gejala
yang terlihat sama sekali dan dapat berlangsung selama bertahun-tahun.
- Fase tersier,
yaitu di mana Anda tak lagi dapat menularkan penyakit. Namun, pada fase
ini, Anda dapat mengalami gagal jantung, aneurisme aorta, dan neurosifilis
– sifilis yang menyerang sistem saraf.
Lakukan ini! “Injeksi penisilin,” kata dr. Tridia. Itulah bentuk
pengobatan yang dapat Anda terima saat terserang sifilis. Jika Anda
menerima injeksi ini, Anda akan merasa tidak enak badan, sakit kepala,
berkeringat, dan menggigil. Semakin memburuknya luka sifilis merupakan respons
atas matinya bakteri-bakteri penyebab sifilis dalam tubuh Anda. Tenang, itu
hanya sementara. “Sebaiknya, penderita sifilis tidak melakukan hubungan
seksual apa pun hingga pengobatan yang dilakukan selesai,” kata dr.
Tridia.