Thursday, November 6, 2014

Mengenal Penyakit Sifilis

Ini adalah salah satu penyakit infeksi menular seksual (IMS) yang cukup populer. “Meskipun persentase penderita tiap tahun naik turun, namun rata-rata 5-13% pasien IMS adalah penderita sifilis,” kata dr. Tridia Sudirga, Sp.KK., dari Perhimpunan Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin Indonesia. 

Penyebab. Sifilis disebabkan karena masuknya bakteri ke dalam tubuh melalui selaput lendir atau kulit. Hanya dalam hitungan jam, bakteri dapat dengan mudahnya sampai ke kelenjar getah bening dan akhirnya menyebar ke seluruh tubuh melalui aliran darah. Anda akan merasakan gejala-gejala sifilis antara 1 hingga 13 minggu setelah terinfeksi. Meski demikian, sebagai penyakit sistemik, sifilis dapat bertahan hidup dalam tubuh Anda selama bertahun-tahun tanpa terdeteksi sama sekali. 

4 tahap perkembangan sifilis:

  • Fase primer, di mana timbul luka pada area yang terinfeksi – misalnya, penis. Anda bisa saja hanya menemukan 1 luka, tapi juga bisa terbentuk beberapa luka sekaligus di area tersebut. Anda biasanya belum merasakan nyeri. Tak adanya rasa nyeri inilah yang seringkali membuat fase primer ini terabaikan. Luka tersebut memang tak menimbulkan nyeri atau mengeluarkan darah. Tapi, jika Anda garuk, ia akan mengeluarkan cairan yang dapat menular ketika terkena pada pasangan. Dalam waktu 3-12 minggu, luka biasanya akan sembuh dan Anda akan terlihat baik-baik lagi. Itulah sebabnya. pada fase ini banyak orang yang tak menyadari bahwa dirinya terkena sifilis.
  • Fase sekunder, yang berlangsung pada minggu ke 6-12 setelah terinfeksi. Biasanya akan muncul ruam pada kulit. Tak ada batasan waktu mengenai berlangsungnya ruam –Anda bisa saja mengalaminya selama beberapa minggu atau beberapa bulan. Pada fase ini, juga akan mulai muncul luka di mulut, timbul peradangan pada ginjal, hati, bahkan peradangan pada selaput otak –meskipun kasus ini sangat jarang. 
  • Fase laten, di mana Anda ‘seolah-olah’ sudah sembuh dari fase sekunder. Tak ada gejala yang terlihat sama sekali dan dapat berlangsung selama bertahun-tahun.
  • Fase tersier, yaitu di mana Anda tak lagi dapat menularkan penyakit. Namun, pada fase ini, Anda dapat mengalami gagal jantung, aneurisme aorta, dan neurosifilis – sifilis yang menyerang sistem saraf.

Lakukan ini! “Injeksi penisilin,” kata dr. Tridia. Itulah bentuk pengobatan yang dapat Anda terima saat terserang sifilis. Jika  Anda menerima injeksi ini, Anda akan merasa tidak enak badan, sakit kepala, berkeringat, dan menggigil. Semakin memburuknya luka sifilis merupakan respons atas matinya bakteri-bakteri penyebab sifilis dalam tubuh Anda. Tenang, itu hanya sementara. “Sebaiknya, penderita sifilis tidak mela­kukan hubungan seksual apa pun hingga  pengobatan yang dilakukan selesai,” kata dr. Tridia.